Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Beruang Madu Cacat Masuk Permukiman, Alarm Ancaman Habitat Satwa Kalimantan

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T04:53:19Z

Foto Beruang Madu cacat yang masuk ke permukiman. (Ist)


TARSIUSNEWS.COM - Seekor Beruang Madu dengan kondisi kaki belakang diduga cacat viral di media sosial setelah terlihat memasuki kawasan permukiman warga di Kalimantan. 


Video yang beredar luas itu memicu keprihatinan publik sekaligus kembali menyoroti ancaman kerusakan habitat satwa liar di Pulau Borneo.


Dalam video yang diunggah akun Instagram “nasehat_pendaki”, terlihat seekor beruang madu berjalan perlahan mendekati area permukiman warga. 


Satwa tersebut tampak mengalami luka serius pada bagian kaki belakang hingga diduga kehilangan salah satu kakinya.


Narasi dalam unggahan itu menyebut beruang tersebut diduga menjadi korban jerat dan masuk ke wilayah manusia karena kesulitan mencari makan di habitat aslinya yang terus menyusut akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.


“Ini bukan sekadar fenomena satwa masuk desa. Ini adalah sinyal bahaya,” tulis narasi dalam unggahan tersebut.


Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait lokasi pasti kejadian maupun penyebab kondisi cacat yang dialami satwa tersebut. 


Dugaan keterkaitan dengan jerat maupun kerusakan habitat masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.


Fenomena satwa liar memasuki permukiman sendiri bukan kali pertama terjadi di Kalimantan. 


Dalam beberapa tahun terakhir, konflik antara manusia dan satwa liar disebut semakin meningkat seiring berkurangnya kawasan hutan alami.


Beruang madu merupakan satwa dilindungi di Indonesia dan dikenal sebagai spesies endemik yang hidup di kawasan hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Kalimantan. 


Satwa ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.


Masuknya satwa liar ke wilayah permukiman umumnya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari hilangnya sumber makanan di habitat asli, aktivitas pembukaan lahan, hingga tekanan lingkungan yang mengganggu ruang gerak satwa.


Video viral tersebut pun menuai banyak reaksi warganet. Sebagian besar menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi beruang madu itu dan meminta adanya tindakan penyelamatan serta perlindungan habitat satwa liar di Kalimantan.


Pengamat lingkungan menilai kejadian seperti ini harus menjadi pengingat penting bahwa kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan satwa yang bergantung pada ekosistem alami.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati ataupun memberi makan satwa liar secara langsung apabila menemukan kejadian serupa, melainkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau lembaga konservasi terkait agar dapat ditangani dengan tepat.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update