![]() |
| Keluarga Korban yang disandera perompak Somalia. (jakartaglobe) |
TARSIUSNEWS.COM - Empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal tanker MT Honour 25 hingga kini masih disandera oleh perompak Somalia setelah kapal mereka dibajak pada 21 April 2026.
Di tengah situasi yang belum menentu, keluarga korban berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menyelamatkan mereka.
Harapan itu disampaikan langsung oleh keluarga kapten kapal, Ashari Samadikun. Ibunya, Sitti Aminah, memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto agar anaknya bersama kru lainnya bisa segera dipulangkan dengan selamat.
“Saya minta tolong ke Pak Prabowo, bantu anak saya. Sekarang dia dalam keadaan butuh pertolongan,” ujar Sitti Aminah.
Permintaan serupa juga disampaikan oleh istri Ashari, Santi Sanjaya, yang hingga kini masih menanti kepastian nasib suaminya. Ia mengaku hanya bisa berkomunikasi terakhir kali saat kondisi kapal sudah dikuasai perompak.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa upaya penanganan terus dilakukan. Melalui Kedutaan Besar RI di Nairobi, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau situasi dan mencari solusi terbaik.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan di kawasan tersebut.
“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” ujarnya.
Kapal MT Honour 25 diketahui membawa 17 awak dari berbagai negara, termasuk empat WNI, serta kru dari Pakistan, India, dan Myanmar.
Peristiwa pembajakan terjadi saat kapal berlayar dari Oman menuju Somalia. Dalam situasi darurat, kapten kapal sempat mengirim pesan suara kepada keluarganya bahwa kapal mereka sedang diserang. Tidak lama kemudian, sekitar 15 perompak bersenjata berhasil menguasai kapal dan mengambil alih kendali.
Seluruh awak kapal kemudian dikumpulkan dan dipaksa menyerahkan alat komunikasi. Sejak saat itu, kontak dengan dunia luar sempat terputus.
Beberapa hari kemudian, kapten kapal sempat diizinkan menghubungi keluarga. Dalam komunikasi tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya dan kru sempat ditodong senjata, serta menunjukkan kondisi kapal yang mengalami kerusakan akibat tembakan.
Saat ini, situasi telah memasuki tahap negosiasi. Para perompak dilaporkan menuntut uang tebusan kepada pihak perusahaan.
Meski para awak kapal disebut masih dalam kondisi relatif baik dan mendapatkan makanan, ketegangan tetap membayangi karena situasi yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Kapal juga telah diarahkan mendekati wilayah perairan Somalia yang diduga menjadi basis kelompok perompak. Jumlah pelaku yang mengawasi kapal bahkan disebut bertambah, menandakan bahwa penyanderaan semakin terorganisir.
Hingga kini, keluarga korban terus berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah konkret agar seluruh awak kapal, khususnya WNI, bisa segera dibebaskan dan kembali ke tanah air dengan selamat.



