Notification

×

Iklan

Iklan

Horor di Daycare Little Aresha Yogyakarta Belasan Pengasuh Jadi Tersangka Kekerasan Anak

Minggu, 26 April 2026 | April 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-26T08:52:56Z

Foto Anak-anak saat di daycare dan salah satu orang tua korban

TARSIUSNEWS.COM - Dunia pendidikan dan pengasuhan anak di Yogyakarta mendadak guncang setelah praktik keji di daycare Little Aresha, Sorosutan, terbongkar ke publik. 


Alih-alih menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang, fasilitas penitipan ini justru diduga menjadi saksi bisu tindakan tidak manusiawi terhadap puluhan balita.


Kepolisian bergerak cepat melakukan penggerebekan setelah bukti-bukti awal yang memprihatinkan mencuat di lapangan.


Saat jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta merangsek masuk ke lokasi pada Jumat sore (24/4), pemandangan yang ditemukan jauh dari kata layak. Petugas menyaksikan langsung sejumlah anak berada dalam kondisi kaki dan tangan terikat, tanpa pakaian, dan hanya mengenakan popok. 


Temuan ini memperkuat dugaan adanya pola kekerasan sistematis yang dilakukan oleh pengelola fasilitas tersebut selama beroperasi.


Skala kekejaman di tempat ini terbilang masif. Dari total 103 anak yang terdaftar, sedikitnya 53 anak yang mayoritas berusia bayi hingga balita di bawah dua tahun diidentifikasi telah menjadi korban. 


Penyelidikan mengungkap bahwa praktik ini bukan kejadian sekali jadi, melainkan telah berlangsung cukup lama di bawah pengawasan para pengasuh yang sudah lama bekerja di sana.


Proses hukum berjalan maraton hingga akhirnya pada Sabtu malam (25/4), kepolisian resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka. 


Daftar tersangka ini menyasar jajaran struktural tertinggi, mulai dari satu orang kepala yayasan, satu kepala sekolah, hingga 11 orang pengasuh yang terlibat langsung dalam penanganan anak sehari-hari. Penetapan ini didasarkan pada hasil gelar perkara mendalam yang dilakukan tim penyidik.


Kesaksian pilu juga mulai bermunculan dari para wali murid yang sebelumnya tidak menaruh curiga. Beberapa orangtua mengaku sempat menemukan bekas luka lebam pada tubuh buah hati mereka, namun saat itu pihak daycare berhasil menepis kekhawatiran dengan dalih terjatuh saat bermain. 


Kini, seiring terkuaknya kasus ini ke permukaan, gelombang laporan dari orangtua korban terus berdatangan ke kantor polisi.


Kasus Little Aresha menjadi peringatan keras bagi sistem pengawasan institusi penitipan anak di Indonesia. Di tengah tingginya angka pelanggaran hak anak secara nasional, insiden ini menuntut tindakan tegas agar transparansi dan akuntabilitas lembaga pengasuhan benar-benar terjamin. 


Polisi memastikan investigasi akan terus dikembangkan untuk membongkar seluruh jaringan tanggung jawab di balik tragedi ini.


 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update