Notification

×

Iklan

Iklan

Ancaman Donald Trump Tarik Pasukan AS dari Italia dan Spanyol Picu Ketegangan NATO

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-02T05:34:54Z

Presiden AS, Donald Trump. (Ist)


TARSIUSNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan sekutu Eropa setelah mengancam akan menarik pasukan militer AS dari Italia dan Spanyol.


Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Trump mengungkapkan tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan di Jerman. 


Ancaman ini muncul di tengah memanasnya dinamika geopolitik serta kritik terhadap negara-negara anggota NATO yang dinilai kurang berkontribusi.


“Mungkin saja... kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk,” ujar Trump seperti dikutip dari The Guardian.


Ketegangan meningkat setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran. 


Trump juga menyoroti sikap sekutu NATO yang dinilai tidak cukup membantu dalam membuka kembali Selat Hormuz.


Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen bekerja sama dengan sekutu, namun dalam kerangka hukum internasional.


Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengaku tidak memahami alasan ancaman tersebut dan menolak tudingan bahwa Italia tidak membantu Amerika Serikat, khususnya dalam isu keamanan maritim.


Berdasarkan laporan, sekitar 13.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia. 


Sedangkan di Spanyol, terdapat sekitar 3.800 personel yang bertugas di pangkalan Rota dan Morón.


Spanyol sebelumnya diketahui menolak penggunaan pangkalan militernya untuk serangan terhadap Iran. 


Italia juga menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk mendukung operasi militer AS.


Data dari US Defense Manpower Data Center menunjukkan bahwa hingga akhir tahun lalu, sekitar 68.000 personel militer aktif AS ditempatkan di Eropa, dengan lebih dari setengahnya berada di Jerman.


Rencana penarikan pasukan ini masih belum jelas realisasinya. 


Namun, langkah tersebut berpotensi berdampak besar terhadap stabilitas keamanan kawasan, mengingat kehadiran militer AS selama ini menjadi tulang punggung operasi logistik di berbagai wilayah konflik seperti Irak, Afghanistan, hingga Timur Tengah.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update