Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Capai Rp800 Triliun

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T11:53:14Z

Beberapa foto serangan Iran. (Ist)



TARSIUSNEWS.COM - Konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menimbulkan dampak besar terhadap kekuatan militer AS. Investigasi CNN mengungkap bahwa Iran bersama kelompok proksinya telah merusak sedikitnya 16 pangkalan militer AS di delapan negara.


Serangan tersebut merupakan respons atas operasi gabungan AS dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari hingga awal April 2026. 


Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah strategis seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, Arab Saudi, hingga Oman.


Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas militer AS mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang tidak lagi dapat dioperasikan. 


Analisis dilakukan menggunakan citra satelit serta keterangan langsung dari personel militer AS yang berada di lokasi.


Seorang ajudan anggota Kongres AS yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan bahwa target serangan Iran merupakan fasilitas penting bagi operasi militer AS di kawasan. 


Ia menyebut terdapat berbagai penilaian, mulai dari kerusakan total hingga fasilitas yang masih dapat diperbaiki karena nilai strategisnya.


Ia juga menambahkan bahwa Iran dinilai mampu mengidentifikasi target secara efisien, termasuk sistem radar yang merupakan salah satu aset paling mahal dan terbatas di kawasan Timur Tengah.


Dari sisi anggaran, konflik ini menimbulkan beban besar bagi Pentagon. Biaya perang sebelumnya diperkirakan mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp433 triliun, namun sejumlah sumber menyebut angka tersebut berpotensi meningkat hingga 40 sampai 50 miliar dolar AS.


Dampak konflik ini juga dirasakan oleh negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk. 

Beberapa pihak dilaporkan mulai mempertanyakan stabilitas dan efektivitas aliansi militer dengan Washington di tengah eskalasi yang terjadi.


Seorang pejabat dari Arab Saudi menyatakan bahwa konflik ini menunjukkan hubungan dengan AS tidak sepenuhnya kuat dan dapat berubah dalam situasi tertentu.


Selain itu, hasil analisis citra satelit menunjukkan bahwa Iran menargetkan instalasi penting seperti sistem radar canggih, infrastruktur komunikasi, hingga pesawat militer. 


Kerusakan pada fasilitas tersebut dinilai signifikan karena peralatannya mahal dan membutuhkan waktu lama untuk digantikan.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update