Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Marlon Bangonang di Balik Kebakaran Megamall Manado

Selasa, 19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T15:45:49Z

Gubernur Sulut saat menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Marlon Bangonang. (Ist)



TARSIUSNEWS.COM - Di tengah kepulan asap dan kobaran api yang melanda Megamall Manado beberapa waktu lalu, para personel pemadam kebakaran menjadi garda terdepan dalam operasi penyelamatan. Mereka bekerja tanpa banyak sorotan, mempertaruhkan keselamatan demi memastikan warga bisa dievakuasi dengan aman.


Salah satu sosok yang ikut berada di garis depan saat peristiwa itu terjadi adalah Marlon Bangonang, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado. Di tengah situasi berbahaya, ia tetap bertahan membantu proses evakuasi dan penanganan kebakaran ketika banyak orang memilih menjauh dari lokasi.


Namun di balik apresiasi yang diberikan kepada para petugas usai tragedi tersebut, nama Marlon sempat tidak tercantum dalam daftar penerima penghargaan. Situasi itu kemudian memunculkan perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.


Banyak warga menilai sosok yang ikut berjibaku di tengah kobaran api demi menyelamatkan orang lain tidak seharusnya terlewatkan dari penghargaan.


Perhatian publik itu akhirnya sampai ke telinga Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Tanpa menunggu lama, Gubernur langsung meminta Marlon Bangonang datang ke Wisma Negara Bumi Beringin untuk menerima penghargaan secara khusus.


Momen tersebut berlangsung pada Senin (18/5/2026) dan menjadi lebih dari sekadar seremoni biasa. Bagi banyak orang, itu merupakan bentuk penghormatan terhadap pengabdian petugas lapangan yang selama ini bekerja dalam senyap.


“Saya tidak menunggu lama ketika ada yang terlewatkan dan segera memanggil Saudara Marlon Bangonang untuk menyerahkan penghargaan yang sepatutnya diterimanya,” ujar Yulius Selvanus.


Dalam kesempatan itu, Gubernur turut didampingi Kepala Damkarmat Manado Charles Rotinsulu, Sekretaris Damkarmat Glenn Kowaas, Kabid Retzius Manoppo, serta jajaran Damkarmat lainnya.


YSK menegaskan bahwa setiap keberanian yang dilakukan demi keselamatan orang lain layak mendapatkan penghormatan. Menurutnya, pengabdian para petugas pemadam kebakaran tidak boleh dipandang sebelah mata.


“Pengakuan ini saya berikan sebagai bentuk penghormatan yang tulus atas aksi heroik dan pengabdian luar biasa yang telah ia tunjukkan saat menangani peristiwa kebakaran di Megamall,” katanya.


Peristiwa kebakaran Megamall sendiri menjadi salah satu insiden yang menyita perhatian publik Sulawesi Utara. Kobaran api besar, proses evakuasi dramatis, hingga upaya penyelamatan yang berlangsung di tengah asap pekat menyisakan cerita tentang keberanian para petugas di lapangan.


Di tengah situasi tersebut, para personel Damkar harus bergerak cepat menembus panas ekstrem demi memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Tugas yang mereka jalankan bukan hanya pekerjaan, tetapi juga panggilan kemanusiaan.


Kisah Marlon Bangonang menjadi pengingat bahwa para pahlawan sering kali hadir tanpa sorotan besar. Mereka bekerja dengan seragam yang basah, tubuh penuh asap, dan risiko yang tidak kecil demi menyelamatkan nyawa orang lain.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update