MANADO, TarsiusNews.com — Pengabdian kepada negara dan pelayanan kepada Tuhan menjadi dua hal yang dijalani Ipda Jani Wendy Kumendong, S.H., dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur.Jumat 16 Okt 2026
Dalam tugas sehari-hari sebagai Kanit Pamapta Polres Minahasa Selatan (Minsel), Wendy Kumendong berupaya menjalankan amanah sebagai anggota Polri dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baginya, menjadi abdi negara bukan sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbuat baik bagi sesama.
Di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian, Wendy juga tetap meluangkan waktu untuk melayani Tuhan melalui pelayanan gerejawi DIAKEN di GMIM Soba Kristus, Wilayah Manado Barat Daya.
Ia mengaku bersyukur karena hingga saat ini jemaat masih memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjalankan tugas sebagai Pelayan Khusus (Pelsus)DIAKEN di gereja tersebut.
Bagi Wendy, kepercayaan dalam pekerjaan maupun pelayanan gereja merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati. Ia menyadari bahwa jabatan, kesehatan, dan kesempatan untuk mengabdi merupakan anugerah dari Tuhan.
“Jabatan dan kesehatan itu milik Tuhan. Karena itu, saya menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Semua rencana manusia, pada akhirnya, tetap berada dalam kehendak Tuhan. Kita hanya bisa berdoa dan memohon petunjuk-Nya,” ungkap Wendy.
Menurutnya, setiap tanggung jawab harus dijalani dengan ketulusan, doa, dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa memberikan jalan bagi setiap orang yang mau berusaha serta tetap berserah kepada-Nya.
Ia pun berharap agar ke depan dirinya senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan hikmat dari Tuhan untuk menjalankan tugas sebagai anggota Polri sekaligus melanjutkan pelayanan di tengah jemaat.
"Semoga dalam perjalanan ke depan, Tuhan terus memberikan saya kekuatan untuk menjalankan tugas dan pelayanan dengan baik. Saya ingin tetap setia dalam pengabdian kepada negara dan dalam pelayanan kepada Tuhan,” tuturnya.
Kisah Ipda Jani Wendy Kumendong.S.H., menjadi gambaran tentang upaya menyeimbangkan tanggung jawab profesi dan kehidupan rohani. Di tengah tuntutan tugas sebagai aparat negara, ia berusaha menjaga komitmen untuk tetap melayani masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam pelayanan gereja.
Baginya, setiap kepercayaan adalah amanah, setiap kesempatan adalah anugerah, dan setiap langkah kehidupan perlu disertai doa serta penyerahan diri kepada Tuhan.



