![]() |
| Kapten PERSIB saat duel udara dengan pemain Arema |
TARSIUSNEWS.COM - PERSIB Bandung akhirnya kehilangan kesempurnaan di kandang setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026).
Hasil ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa tekanan di fase akhir musim mulai menguji konsistensi Maung Bandung.
Sepanjang laga, Persib tampil dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan. Namun dominasi tersebut tidak diikuti dengan efektivitas di depan gawang.
Sejumlah peluang dari Luciano Guaycochea, Berguinho, hingga Andrew Jung gagal dikonversi menjadi gol, termasuk beberapa momen krusial di masa injury time yang seharusnya bisa menjadi pembeda.
Di sisi lain, Arema FC menunjukkan disiplin bertahan yang solid. Mereka mampu meredam agresivitas Persib dengan organisasi lini belakang yang rapat serta respons cepat dalam menghalau peluang.
Penampilan gemilang kiper Lucas Frigeri menjadi faktor penting dalam menjaga gawang tetap aman dari gempuran tuan rumah.
Pelatih Bojan Hodak sebenarnya telah mencoba mengubah dinamika permainan lewat pergantian pemain di babak kedua.
Masuknya Adam Alis, Beckham Putra, hingga Sergio Castel memberi energi baru, tetapi tetap belum cukup untuk membongkar pertahanan Arema yang tampil efektif dan sabar.
Hasil ini membuat Persib masih bertahan di puncak klasemen dengan 66 poin, namun jarak dengan pesaing terdekat menjadi rawan terpangkas.
Lebih dari itu, kegagalan meraih kemenangan di kandang untuk pertama kalinya musim ini bisa menjadi titik refleksi menjelang laga-laga penentuan.
Dalam situasi seperti ini, tantangan terbesar Persib bukan lagi soal taktik, melainkan ketenangan dan ketajaman di momen akhir.
Jika tidak segera diperbaiki, hasil imbang seperti ini berpotensi menjadi batu sandungan dalam upaya mempertahankan gelar.


.jpg)
