Notification

×

Iklan

Iklan

Richard Sualang Pimpin Upacara Otda ke-30 di Manado, Tekankan Sinergi Pusat-Daerah

Senin, 04 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-04T02:10:12Z

Wawali Manado saat memimpin upacara. (Ist)


TARSIUSNEWS.COM - Lapangan Sparta Tikala menjadi pusat perhatian pada Senin (4/5/2026) saat Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30.


Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran, HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, serta apel kerja perdana ASN Pemerintah Kota Manado. 


Upacara berlangsung khidmat di hadapan jajaran Forkopimda dan seluruh pejabat Pemkot Manado.


Dalam amanatnya, Sualang menegaskan bahwa momen Otda harus dimaknai sebagai penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 


Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan merupakan kunci untuk mendorong keberhasilan pembangunan nasional.


“Indonesia adalah negara besar dengan potensi daerah yang beragam. Namun, kekuatan tersebut tidak akan maksimal tanpa sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Sualang saat membacakan sambutan Tito Karnavian.


Tema Otda 2026 yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan bertanggung jawab.


Pemerintah pusat juga menyoroti delapan klaster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, hingga penguatan ekonomi kerakyatan dan penurunan kemiskinan.


Selain itu, reformasi birokrasi berbasis digital turut menjadi fokus. Pemerintah mencatat puluhan Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik.


Sualang juga memaparkan sejumlah tantangan strategis, salah satunya terkait kapasitas fiskal daerah. 


Dari ratusan daerah di Indonesia, sebagian besar masih memiliki kapasitas fiskal yang terbatas sehingga bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.


Isu lintas wilayah seperti pengelolaan sampah turut menjadi perhatian. 


Jutaan ton sampah setiap tahun belum tertangani secara optimal, yang menunjukkan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam pengelolaan lingkungan.


Ketimpangan pembangunan juga masih menjadi pekerjaan rumah, meskipun kondisi ekonomi nasional relatif stabil dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif.


Menurut Sualang, untuk mewujudkan otonomi daerah yang efektif, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, optimalisasi pengelolaan keuangan daerah, serta percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik.


Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi.


“Semangat otonomi daerah harus menjadi motor penggerak dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update