Notification

×

Iklan

Iklan

Buruh Samsung Bersiap Mogok 18 Hari, Industri Semikonduktor Dunia Terancam

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T13:15:00Z

Samsung Electronics. (Ist)


TARSIUSNEWS.COM - Rencana aksi mogok massal pekerja Samsung Electronics memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas rantai pasok semikonduktor global di tengah melonjaknya permintaan cip untuk teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Serikat pekerja terbesar di Samsung Electronics memastikan tetap melanjutkan aksi mogok selama 18 hari mulai pekan depan setelah negosiasi dengan manajemen kembali menemui jalan buntu.


Perselisihan utama antara pekerja dan perusahaan berkaitan dengan skema bonus berbasis kinerja di sektor semikonduktor AI yang saat ini menjadi mesin keuntungan terbesar Samsung.


Ketua serikat pekerja Samsung Electronics, Choi Seung-ho, menegaskan pihaknya tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum tuntutan pekerja dipenuhi.


“Kami bersedia berdiskusi setelah 7 Juni dan akan menggunakan hak yang dijamin konstitusi,” ujarnya seperti dikutip Yonhap.


Sebelumnya, proses mediasi yang difasilitasi pemerintah Korea Selatan selama dua hari berakhir tanpa kesepakatan. Perbedaan sikap antara manajemen dan serikat pekerja disebut masih terlalu jauh untuk mencapai kompromi.


Serikat pekerja mengklaim sekitar 41 ribu pekerja siap mengikuti aksi mogok, dengan potensi jumlah peserta meningkat hingga lebih dari 50 ribu orang.


Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar karena Samsung Electronics merupakan produsen cip memori terbesar di dunia dan menjadi salah satu pemain utama dalam industri semikonduktor AI global.


Di tengah ledakan pembangunan pusat data AI, permintaan terhadap cip memori berkapasitas tinggi terus melonjak tajam. Gangguan produksi di Samsung dinilai dapat memengaruhi distribusi komponen teknologi secara global.


Pemerintah Korea Selatan juga mulai menyuarakan kekhawatiran atas potensi dampak ekonomi yang ditimbulkan jika aksi mogok benar-benar berlangsung dalam skala besar.


Industri semikonduktor saat ini menjadi tulang punggung ekspor Korea Selatan. Pada kuartal pertama 2026, ekspor semikonduktor negara tersebut melonjak 139 persen secara tahunan menjadi US$78,5 miliar, didorong tingginya permintaan teknologi AI.


Pengamat memperkirakan kerugian ekonomi Korea Selatan dapat mencapai sekitar 100 triliun won apabila produksi Samsung terganggu dalam waktu lama.


Di sisi lain, Samsung Electronics justru sedang menikmati lonjakan keuntungan besar dari booming AI global. Perusahaan dilaporkan mencatat laba operasi kuartal pertama 2026 mencapai 57 triliun won, sementara proyeksi laba tahunan diperkirakan menembus 300 triliun won.


Untuk memperkuat posisinya di industri AI, Samsung bahkan menyiapkan investasi lebih dari 110 triliun won sepanjang 2026 guna memperluas kapasitas produksi serta pengembangan cip AI generasi baru.


Nilai investasi tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan dan melampaui rencana belanja modal sejumlah pesaing global di industri semikonduktor.


CEO Samsung Electronics Jun Young-hyun sebelumnya menyebut kemunculan teknologi agentic AI telah memicu lonjakan pesanan besar untuk cip memori bandwidth tinggi serta sistem penyimpanan server.


Kondisi itu membuat Samsung kini memprioritaskan pengembangan teknologi foundry dan cip AI generasi terbaru guna mempertahankan dominasi di pasar global.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update