Notification

×

Iklan

Iklan

Upacara Harkitnas di Sparta Tikala, Andrei Ajak Jaga Tunas Bangsa

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T01:30:20Z

Wali Kota Manado memimpin upacara Harkitnas. (Ist)



TARSIUSNEWS.COM - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kota Manado tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga generasi muda di tengah derasnya arus transformasi digital.


Wali Kota Manado, Andrei Angouw, memimpin langsung upacara Harkitnas yang digelar di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Ketua TP PKK Kota Manado, Irene Golda Angouw Pinontoan.


Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Nasional”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Kota Manado, ASN, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Andrei Angouw membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menyoroti perubahan tantangan bangsa dari masa ke masa.


Jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada mempertahankan kemerdekaan secara fisik, kini tantangan bergeser pada menjaga kedaulatan informasi dan membangun daya saing di era digital.


“Semangat 1908 adalah tonggak dimana perjuangan bangsa bertransformasi dari perlawanan fisik menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Wali Kota.


Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa generasi muda harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, perlindungan sosial, serta ruang digital yang sehat.


Pemerintah pusat disebut tengah menjalankan sejumlah program strategis seperti makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, pembangunan sekolah rakyat, hingga layanan kesehatan gratis sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.


Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap perlindungan anak di ruang digital. Salah satu kebijakan yang disoroti yakni pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.


Menurut Andrei, semangat kebangkitan nasional harus dimaknai lebih luas, bukan hanya mengenang sejarah lahirnya Budi Utomo pada 1908, tetapi juga menjaga persatuan dan memperkuat literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.


“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan api Budi Utomo dalam setiap lini kehidupan. Kebangkitan nasional adalah milik kita bersama,” ujar Andrei saat membacakan sambutan tersebut.


Momentum Harkitnas di Kota Manado diharapkan menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas generasi muda agar mampu bersaing dan tetap memiliki karakter kebangsaan yang kuat di era digital.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update