Laga penuh tensi tersaji saat Persib Bandung menghadapi Dewa United dalam pekan ke-28 BRI Super League. Pertandingan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga tentang mentalitas, keputusan wasit, dan momentum yang terus berubah.
Sejak awal laga di Banten International Stadium, Persib tampil agresif dan langsung menekan. Namun, dominasi awal itu justru menjadi bumerang.
Dewa United berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib untuk mencuri keunggulan lewat Alex Martins pada menit ke-24—gol yang sempat memicu kontroversi karena indikasi bola keluar lapangan sebelum proses terjadinya.
Memasuki babak kedua, situasi semakin tidak menguntungkan bagi Persib. Setelah sempat terhindar dari kebobolan kedua karena keputusan VAR, mereka kembali terpukul akibat kesalahan di lini belakang yang berujung gol Ricky Kambuaya.
Skor 2-0 membuat tuan rumah berada di atas angin.
Namun, pertandingan berubah drastis ketika Dewa United kehilangan satu pemain. Alex Martins harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Momentum inilah yang dimanfaatkan Persib untuk bangkit.
Unggul jumlah pemain, Persib meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya mulai terlihat saat Thom Haye sukses mengeksekusi penalti dan memperkecil ketertinggalan.
Tekanan terus berlanjut hingga akhirnya Andrew Jung mencetak gol penyeimbang lewat sundulan tajam di menit ke-85.
Kebangkitan ini menunjukkan karakter kuat Maung Bandung yang tidak menyerah meski berada dalam situasi sulit. Dari tertinggal dua gol hingga berhasil menyamakan skor, Persib membuktikan kapasitasnya sebagai tim dengan mental bertarung tinggi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim, bagi Dewa United yang gagal menjaga keunggulan, dan bagi Persib yang menunjukkan bahwa momentum bisa berubah dalam hitungan menit.
Ikuti terus informasi terbaru seputar sepak bola Indonesia dan dunia olahraga hanya di tarsiusnewss.blogspot.com


