Notification

×

Iklan

Iklan

AS Disebut Setujui Pencairan Aset Iran Rp6 Miliar Dolar, Negosiasi Berlangsung di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | April 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T08:18:10Z

Pejabat senior dari Iran mengungkapkan bahwa Amerika Serikat disebut telah memberikan lampu hijau terhadap pencairan sejumlah aset milik Iran yang sebelumnya dibekukan di Qatar dan beberapa negara lain.


Langkah ini dinilai sebagai indikasi adanya keseriusan dari Washington dalam mendorong tercapainya kesepakatan, di tengah perundingan yang saat ini berlangsung di Islamabad.


Mengutip laporan Reuters tertanggal Sabtu, 11 April 2026, pencairan dana tersebut diduga berkaitan dengan jaminan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.


Seorang sumber dari pihak Iran menyebutkan bahwa nilai dana yang akan dicairkan melalui Qatar mencapai 6 miliar dolar AS. 


Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Pihak Kementerian Luar Negeri Qatar juga masih belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.


Dana tersebut merupakan hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan yang sebelumnya tertahan akibat kebijakan sanksi Amerika Serikat sejak tahun 2018.


Pada September 2023, dana ini sempat dialihkan ke bank di Qatar sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang difasilitasi oleh Doha.


Awalnya, dana itu hanya boleh digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dengan pengawasan ketat. Namun akses Iran kembali dibatasi oleh pemerintahan Joe Biden setelah peristiwa serangan 7 Oktober 2023.


Proses negosiasi di Islamabad berlangsung dalam periode gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 7 April 2026.


Delegasi dari Amerika Serikat dipimpin oleh Steve Witkoff bersama Jared Kushner, dengan Pakistan berperan sebagai pihak penengah.


Salah satu topik utama dalam pembahasan tersebut adalah keamanan di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital distribusi minyak global.


Sebelumnya, Iran sempat melakukan blokade terbatas di wilayah tersebut menyusul meningkatnya ketegangan pada akhir Februari 2026.


Dalam forum tersebut, Iran turut mengajukan sepuluh poin tuntutan, termasuk pencairan seluruh aset yang dibekukan di luar negeri—yang nilainya diperkirakan melampaui 100 miliar dolar AS—serta pencabutan sanksi dari Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB, dan IAEA.


Sejauh ini, kabar mengenai persetujuan pencairan dana tersebut masih bersumber dari pernyataan anonim pejabat Iran dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Qatar.


Ikuti terus update berita ekonomi dan geopolitik terkini hanya di tarsiusnewss.blogspot.com

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update