
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara di program Berita Satu Siang pada Jumat (10/4/2026), menanggapi tingginya tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai lebih dari 80 persen terhadap pelaksanaan operasi tahunan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
“Kolaborasi lintas sektor, kesiapan personel di lapangan, hingga pengamanan dan rekayasa lalu lintas menjadi kunci dalam menjaga kelancaran,” ujarnya.
Selain faktor kolaborasi, penggunaan teknologi seperti predictive traffic policing dan traffic counting turut berperan penting. Melalui sistem ini, pengambilan keputusan di lapangan dilakukan berdasarkan data aktual, sehingga intervensi lalu lintas menjadi lebih tepat dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada parameter tertentu, termasuk rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan.
“Semua berbasis data, termasuk rasio volume dan kapasitas. Jadi langkah yang diambil benar-benar terukur,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik. Meski terjadi lonjakan kendaraan, arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Keberhasilan ini juga tercermin dari penurunan angka kecelakaan. Data menunjukkan bahwa tingkat fatalitas korban meninggal dunia turun hingga 30 persen, sementara jumlah kecelakaan mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama operasi berlangsung.
Ke depan, evaluasi tetap akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Operasi Ketupat. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi peningkatan partisipasi masyarakat, optimalisasi sistem adaptive traffic management, serta integrasi teknologi antarinstansi.
Ikuti terus perkembangan berita terbaru seputar lalu lintas dan kebijakan publik hanya di tarsiusnewss.blogspot.com
Source : Humas Polri


