Notification

×

Iklan

Iklan

Polri Bongkar Penyelundupan Pangan di Pontianak Puluhan Ton Bawang dan Cabai Disita

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T08:26:36Z

Upaya penegakan hukum terhadap praktik ekonomi ilegal kembali diperkuat. Aparat kepolisian berhasil mengungkap dugaan penyelundupan komoditas pangan dalam skala besar di wilayah Kalimantan Barat, yang dinilai berpotensi merugikan negara sekaligus mengganggu stabilitas pasar.


Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri melalui Satgas Gakkum Penyelundupan menemukan puluhan ton komoditas pangan ilegal dalam operasi yang digelar di Kota Pontianak pada 13 April 2026.


Pengungkapan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi pemerintah pusat agar aparat bertindak tegas terhadap berbagai praktik ilegal yang berdampak pada perekonomian nasional.


Dua titik lokasi menjadi fokus penindakan, masing-masing berada di kawasan Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, serta kompleks pergudangan di wilayah Benuamelayu Darat. Dari kedua lokasi tersebut, petugas menemukan total 23,146 ton komoditas pangan yang diduga masuk tanpa prosedur resmi.


Rinciannya mencakup berbagai jenis bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombai kuning dan merah, hingga cabai kering. Jumlah terbesar berasal dari bawang putih dengan lebih dari 9 ton, disusul bawang bombai kuning hampir 8 ton.


Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut diduga berasal dari sejumlah negara seperti Thailand, China, Belanda, dan India.


Hasil penelusuran awal menunjukkan komoditas tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi dari Malaysia sebelum didistribusikan ke wilayah Kalimantan Barat.


Selain penyitaan barang bukti, petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi penyimpanan dan melakukan koordinasi dengan Perum Bulog setempat untuk pengamanan komoditas tersebut.


Proses penyidikan masih terus dikembangkan. Tim saat ini tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk keberadaan gudang lain yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan tambahan.


Langkah ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional, khususnya dalam sektor distribusi pangan yang rentan terhadap praktik ilegal.


Polri menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan secara konsisten untuk mencegah kebocoran penerimaan negara serta memastikan distribusi pangan berjalan sesuai aturan.


Ikuti terus perkembangan berita kriminal dan ekonomi terbaru hanya di tarsiusnewss.blogspot.com



Source : Humas Polri

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update